Saat Investor mereplikasi transaksi Penyedia Sinyal, sistem menerapkan Rasio Penyalinan untuk menentukan ukuran posisi yang sesuai bagi akun Investor.
Rasio Penyalinan sangat penting untuk menghitung volume transaksi dalam akun Investor. Ukuran setiap order dalam akun Investor ditentukan dengan mengalikan ukuran order awal Penyedia Sinyal dengan Rasio Penyalinan ini.
Rumus Perhitungan
Rasio Penyalinan dihitung menggunakan rumus ini: Rasio Penyalinan = Ekuitas Akun Investor ÷ Ekuitas Akun Penyedia Sinyal
Rasio ini pertama kali ditetapkan saat investasi dibuat. Rasio tersebut kemudian dihitung ulang dalam dua skenario tertentu:
Pada akhir setiap periode penagihan
Saat Penyedia Sinyal melakukan Deposit ke akun Penyedia Sinyal mereka
Selama penghitungan ulang, semua order investasi yang ada ditutup pada harga pasar saat ini dan dibuka kembali dengan volume yang disesuaikan berdasarkan Rasio Penyalinan baru.
Catatan Penting: Rasio Penyalinan tidak pernah meningkat setelah investasi dimulai, terlepas dari Penarikan apa pun yang dilakukan dari akun Penyedia Sinyal.
Skenario Penghitungan Ulang Rasio Penyalinan
Saat Penyedia Sinyal Mendepositkan Dana:
Semua posisi terbuka dalam akun Investor ditutup pada harga pasar saat ini
Rasio Penyalinan menurun saat ekuitas Penyedia Sinyal meningkat akibat Deposit
Order dibuka kembali pada harga penutupan dengan Spread nol dalam akun Investor menggunakan Rasio Penyalinan yang telah dihitung ulang
Pada Akhir Periode Penagihan:
Semua order ditutup dan dibuka kembali secara otomatis dengan Rasio Penyalinan yang telah dihitung ulang
Dalam beberapa kasus, Rasio Penyalinan tetap tidak berubah jika ekuitas investasi menurun secara proporsional akibat Penarikan Biaya kinerja
Memahami mekanisme Rasio Penyalinan memastikan Investor dapat mengelola ekspektasi mereka dengan tepat terkait ukuran posisi saat melakukan Social Trading.
